Senin, September 07, 2009

Ghana, Tim Afrika Pertama Ke Piala Dunia 2010

Berita Dunia--Gol dari gelandang Michael Essien dan Sulley Muntari telah menjadikan Ghana sebagai tim pertama dari benua Afrika yang melaju putaran final Piala Dunia 2010. Hasil pertandingan di Accra Minggu (6/9) malam itu telah menempatkan tim berjuluk 'Black Stars' sebagai pemuncak klasemen Grup D dengan 12 angka. 'Penghoatmatan bagi para pemain,' jelas pelatih Ghana Milovan Rajevac.

Langkah Ghana untuk berlaga di Afrika Selatan 2010 memang tidak terhankan karena tambahan tiga angka atas Sudan itu membuat Ghana menuai 12 angka dari 4 pertandingan.

Ghana juga diuntungkan dengal imbang 1-1 antara Mali melawan Benin yang menduduki peringkat dua dan tiga grup D dengan nilai 5 dan 4.

"Kemenangan yang sangat penting bagi kami terutama para pemain profesional yang kembali membela Ghana,' jelas Essien yang kini menjadi andalan Chelsea di Liga Premier Inggris.

Menurut sang gelandang, kerjasama menjadi satu hal yang penting.

"Para pemain juga merasa tidak tertekan karena kami bermain didepan para pendukung kami sendiri.'

Soal keberhasilan Ghana menjadi negara Afrika pertama yang melaju ke Afrika Selatan, Essien menyatakan rasa senang.

'Sebuah perasaan yang sangat fantastis bisa menjadi negara Afrika pertama yang mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2010,' jelasya.

Sementara Milovan Rajevac pelatih Ghana kelahiran Serbia memuji sukses ini sebagai sebuah kehormatan yang tak ternilai.

'Bagi pemain ini penghargaan yang tidak ternilai karena bisa mengantar negaranya ke Piala Dunia,' jelas Rajevic.

4 tahun silam, Ghana juga mampu berlaga di Piala Dunia 2006 sebelum mereka kalah 0-3 dibabak 16 besar dari Brasil.

Sukses ini membuat Ghana bergabung dengan Australia, Brasil, Jepang, Belanda, Korea Utara, Korea Selatan, dan tuan rumah Afrika Selatan yang menjadi bagian dari 32 negara yang akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2010.

Langkah Ghana diperkirakan akan diikuti oleh Aljasair (grup C), Pantai Gading (grup E) dan Tunisia (grup B) dimana tim-tim ini untuk sementara waktu menjadi pemuncak klasemen.

Sementara di grup A persaingan masih sangat seru karena semua tim masih berpeluang untuk mendapatkan satu tiket otomatis.

Dimana Gabon menjadi pemuncak klasemen dengan nilai 6 diikuti oleh Togo (5) dan Kamerun (4) serta Maroko dengan 3 angka.

Kamerun memiliki peluang untuk mengambil alih klasemen jika pada pertandingan Rabu (9/9) mendatang di Yaounde mampu menaklukan Gabon.(www.jaknews.com)

Pasukan Asing Serbu Rumah Sakit di Afghanistan

Pasukan Asing Serbu Rumah Sakit di Afghanistan
Berita Dunia,Kabul - Sebuah badan bantuan Swedia menyatakan, Minggu, pasukan asing memasuki rumah sakit mereka di Afghanistan, menghancurkan pintu dan mengikat staf dan keluarga pasien, dalam pelanggaran atas perjanjian antara pekerja bantuan dan militer.

Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA) menyatakan, pasukan memasuki rumah sakit di Shaniz di provinsi Wardak sebelah selatan Kabul pada Rabu larut malam tanpa memberikan alasan.

"Mereka memeriksa semua ruangan, bahkan kamar mandi, bangsal-bangsal pria dan wanita," kata SCA dalam sebuah pernyataan di situs beritanya, mengutip direktur wilayah itu Anders Fange.

"Ruangan-ruangan yang dikunci dimasuki secara paksa dan pintu-pintu bangsal malnutrisi dan bangsal ultrasound dihancurkan agar mereka bisa masuk," katanya.

"Setelah masuk rumah sakit, mereka mengikat empat pegawai dan dua anggota keluarga pasien. Staf SCA serta para pasien, bahkan orang-orang yang berada di ranjang, dipaksa ke luar ruangan (dan) bangsal selama pemeriksaan itu," tambah pernyatan itu.

SCA, yang menyebut insiden itu tidak bisa diterima, mengatakan, tindakan militer itu merupakan "pelanggaran jelas atas prinsip-prinsip kemanusiaan yang diakui secara global mengenai kesucian staf dan fasilitas kesehatan di daerah konflik".

Badan bantuan itu juga mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar perjanjian sipil-militer antara organisasi-organisasi non-pemerintah dan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO.

Insiden itu berlangsung dua jam, dan setelah itu pasukan "mengeluarkan perintah lisan" agar pasien yang mungkin gerilyawan dilaporkan kepada pasukan koalisi.

Seorang jurubicara ISAF mengatakan, pihaknya belum memiliki informasi mengenai hal itu sampai penyelidikan selesai dilakukan.

Terdapat sekitar 100.000 prajurit internasional, terutama dari AS, Inggris dan Kanada, yang ditempatkan di Afghanistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi pemberontakan yang dikobarkan sisa-sisa Taliban.

Serangan-serangan Taliban terhadap aparat keamanan Afghanistan serta pasukan asing meningkat dan puncak kekerasan terjadi hanya beberapa pekan menjelang pemilihan umum presiden dan dewan provinsi pada 20 Agustus.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.

Dalam salah satu serangan paling berani, gerilyawan tersebut menggunakan penyerang-penyerang bom bunuh diri untuk menjebol penjara Kandahar pada pertengahan Juni tahun lalu, membuat lebih dari 1.000 tahanan yang separuh diantaranya militan berhasil kabur.

Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.

Antara 8.000 dan 10.000 prajurit internasional bergabung dengan pasukan militer pimpinan NATO yang mencakup sekitar 60.000 personel di Afghanistan untuk mengamankan pemilihan presiden Afghanistan pada 20 Agustus, kata aliansi itu.

Pemilu yang menetapkan presiden dan dewan provinsi itu dipandang sebagai ujian bagi upaya internasional untuk membantu menciptakan demokrasi di Afghanistan, namun pemungutan suara tersebut dilakukan ketika kekerasan yang dipimpin Taliban mencapai tingkat tertinggi.

Sekitar 300.000 prajurit Afghanistan dan asing mengambil bagian dalam pengamanan pemilu tersebut.(www.antaranews.com)

Israel Akan Setujui Pembangunan 500 Rumah Baru

Israel Akan Setujui Pembangunan 500 Rumah Baru
Berita Dunia,Jerusalem, - Israel akan menyetujui dalam beberapa hari yang akan datang pembangunan sekitar 500 rumah buat pemukim baru di Tepi Barat, yang diduduki, sebelum kemungkinan pembekuan permukiman yang diminta oleh Washington, kata seorang pejabat Kementarian Pertahanan, Minggu.

"Persetujuan akan diberikan dalam beberapa hari yang akan datang bagi 450 hingga 500 unit rumah dan Amerika tahu itu," kata pejabat tersebut, yang menolak untuk disebutkan namanya. Kementerian Pertahanan mengawasi persetujuan pembangunan di permukiman di Tepi Barat, seperti dikutip dari Reuters.

Seorang pembantu PM Benyamin Netanyahu mengungkapkan pekan ini keinginan pemimpin Israel itu untuk mengizinkan proyek baru tersebut sebelum mempertimbangkan penangguhan izin pembangunan baru.

Menteri Perhubungan Yisrael Katz berpegang teguh pada rencana itu dua hari setelah pengungkapannya.

"Perdana Menteri akan memutuskan dalam beberapa hari yang akan datang mengenai pembangunan ratusan unit rumah tambahan dalam upaya untuk memecahkan masalah yang ada di berbagai permukiman," jelas Katz kepada Radio Israel.

Sekitar 2.500 unit rumah sekarang ini telah dibangun di permukiman Tepi Barat dan para pejabat Israel mengatakan pembangunan itu akan diteruskan.

Masalah permukiman merupakan rintangan besar yang memacetkan proses perdamaian Israel-Palestina dan telah membuka perselisihan paling serius dalam hubungan dengan AS dalam satu dasawarsa.

Netanyahu, yang mengadakan lagi pembicaraan mengenai masalah permukiman dengan utusan AS George Mitchell, menentang pembekuan sepenuhnya yang ditetapkan oleh "peta jalan" perdamaian 2003 yang didukung-AS yang juga minta Palestina untuk mengekang gerilyawan.

Harian Ha`aretz melaporkan dalam situs Internetnya bahwa Netanyahu telah memberitahu para menteri dalam partai Likud-nya sendiri bahwa ia akan merampungkan perjanjian mengenai permukiman dengan Washington dalam kunjungan Mitchell.

Presiden AS Barack Obama telah memberikan tekanan pada Netanyahu untuk menghentikan pembangunan di Permukiman. Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menegaskan pembicaraan perdamaian -- yang telah ditangguhkan sejak Desember -- tidak dapat dimulai lagi tanpa pembekuan permukiman.



Pembicaraan yang direncanakan

Gedung Putih menyuarakan penyesalan Jumat atas rencana pembangunan baru tersebut dan mengatakan tindakan Israel itu membuat lebih sulit untuk menciptakan iklim bagi pembicaraan.

Namun seorang pejabat AS di Washington menyatakan pemerintah Presiden Barack Obama percaya masih mungkin untuk mencapai perjanjian guna memulai lagi pembicaraan perdamaian menyeluruh.

Perjanjian permukiman dapat menghasilkan pembicaraan di Sidang Majelis Umum PBB bulan ini yang melibatkan Obama, Netanyahu dan Abbas.

Dalam langkah yang tampaknya akan menjadi pelunakan sikapnya, Abbas mengatakan, Sabtu, ia terbuka untuk pertemuan dengan Netanyahu jika mereka membicarakan "visi yang jelas mengenai permukiman".

Netanyahu tidak membicarakan masalah permukiman itu dalam pidatonya yang disiarkan pada pertemuan kabinet Israel Minggu.

Namun Menteri Prasarana Nasional Uzi Landau, yang menggunakan istilah Israel untuk Tepi Barat, mengatakan pada wartawan, "Saya tidak melihat suatu alasan untuk menghentikan pembangunan ... di Judea dan Samaria (Tepi Barat_".

Sebanyak 300.000 warga Israel tinggal di Tepi Barat dan 200.000 orang lagi di Jerusalem Timur, milik Arab, yang direbutnya dalam perang 1967. Sekitar 2,5 juta warga Palestina bertempat tinggal di Tepi Barat dan ingin mendirikan negara di wilayah itu dan Jalur Gaza.

Beberapa pengamat politik mengatakan keinginan Netanyahu untuk menyetujui izin pembangunan baru sebelum menangguhkan dimulainya pembangunan itu dirancang untuk menghindari krisis dalam pemerintahnya yang condong ke kanan karena permukiman, sementara mengurangi friksi dengan Obama.

Sebagai bagian dari pembekuan pembangunan itu, Netanyahu dan Obama telah mengupayakan langkah awal oleh negara Arab untuk memulihkan hubungan dengan Israel, tapi Washington menemui perlawanan di kawasan itu menyangkut siapa yang akan melakukan langkah pertama.(www.antaranews.com)

TNI Intensifkan Patroli di Perbatasan RI-Filipina

TNI Intensifkan Patroli di Perbatasan RI-Filipina
Berita Dunia,Palu, Sulawesi Tengah, - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menambah jumlah kapal patroli cepat untuk mengintensifkan pengamanan perbatasan laut RI-Filipina.

"Ke depan, kita akan buat sejumlah kapal patroli cepat untuk ditempatkan di wilayah tersebut (perbatasan laut RI-Filipina-red)," kata Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menjawab ANTARA di sela-sela kunjungan kerjanya di Sulawesi Tengah dan Maluku, Senin.

Ia menambahkan, pengadaan kapal-kapal patroli cepat untuk pengamanan perbatasan laut RI-Filipina itu akan mulai diadakan mulai 2010. "Ya kami inginnya ada 100 unit kapal baru, yang sebagian ditempatkan di wilayah perbatasan laut RI-Filipina," kata Djoko.

Panglima TNI mengatakan, kerja sama TNI dan Angkatan Bersenjata Filipina untuk mengamankan wilayah perbatasan laut kedua negara, telah berjalan cukup baik.

"Kami ada forum Joint Border Committe (JBC) yang membahas segala hal yang berkaitan dengan masalah perbatasan kedua negara. Ya...termasuk pengamanan di perbatasan laut dan pelaksanaan patroli bersama," ujarnya.

Sementara itu Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Djoko Susilo mengatakan, situasi keamanan di wilayah perbatasan laut RI-Filipina relatif kondusif.

"Tidak ada masalah, semua berjalan aman dan terkendali, unsur-unsur patroli terus bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan dan dan disepakati kedua pihak." katanya.

Wilayah perbatasan laut Indonesia dan Filipina minim pengawasan sehingga rentan terhadap penyelundupan dan ancaman terorisme.

Peristiwa terakhir, yaitu pengiriman senjata dari Indonesia yang ditangkap aparat keamanan Filipina, jadi bahan pemberitaan gencar media massa di Indonesia dan Filipina, Sabtu (29/8).

Wilayah perbatasan laut di Maluku Utara dan Sulawesi Utara sejatinya menjadi lintasan tradisional masyarakat perbatasan Indonesia dan Filipina. Kondisi itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjjawab yang kerap melakukan gangguan keamanan berupa penyelundupan dan terorisme.

Sumber di Polda Sulawesi Utara menerangkan, pada masa kerusuhan di Maluku dan juga rangkaian aksi bom di Bali dan Jakarta, diketahui sejumlah orang yang diduga teroris kerap melintas di Filipina Selatan dari Balut, Sarangani, General Santos, dan transit di sekitar Talaud seperti di Pulau Marore sebelum melanjutkan perjalanan ke Maluku Utara dan Maluku.

Jarak itu membentang sekitar 550 kilometer atau setara Jakarta-Semarang di Pulau Jawa.(www.antaranews.com)

Restoran Indonesia di Kairo Diserbu dan Dirusak Preman Mesir

 
Berita Dunia,Kairo-Restoran Sehati yang dikelola oleh WNI dan terletak di bilangan Mutsallats, distrik 10 (Hayy Ashir), Nasr City, Kairo, diserbu dan dirusak oleh segerombolan preman Mesir dini hari Senin (7/9).
Dalam pantauan Eramuslim di lokasi kejadian, restoran Sehati tampak rusak parah. Kaca dan tempat etalase tempat menyajikan makanan pecah berkeping-keping, kursi-kursi dan meja makan terjungkal berantakan, sebuah unit televisi dihancurkan, beserta patahan kayu, bongkahan batu dan bata yang berserakan di dalam resto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Eramuslim dari AP, salah satu pengelola resto Sehati dan saksi mata yang berada di tempat kejadian, sekitar pukul 1 dini hari, sekitar tujuh orang pemuda Mesir tiba-tiba menyerbu dan menghancurkan bagian dalam resto.
"Mereka tiba-tiba menyerbu dan melempari bagian dalam restoran dengan botol, pecahan kaca, bongkahan batu bata dan potongan balok kayu. Saya waktu itu kebetulan sedang berada di dapur resto," terang AP.
Penyerbuan ini, lanjut AP, dipicu oleh tingkah orang Mesir yang mengejek YY, salah seorang pengelola resto lainnya. "Orang Mesir itu yang duluan berulah. Dan dalam berbagai kasus, mereka selalu begitu, selalu yang memulai," kata AP.
Dikisahkan AP, beberapa jam sebelum peristiwa terjadi, YY tengah membuang sampah. Di tempat sampah itu, YY diejek oleh seorang pemuda Mesir.
"Si pemuda Mesir godain YY sambil joget-joget norak dan nyalain lagu kenceng dari HP. Dia juga mengejek sambil bilang fuck you."
Mulanya, YY tak terlalu menggubris godaan dan tingkah usil pemuda Mesir itu. Tapi, si pemuda Mesir melanjutkan ulah norak dan tak nyamannya itu sampai YY kembali ke resto dan duduk di meja kasir. Di depan resto, di hadapan meja kasir pas, si pemuda Mesir itu kembali bertingkah, berjoget-joget dan mengeluarkan kata-kata usil.
"YY akhirnya mengejar dan memperingati orang Mesir itu.Sempat terjadi adu mulut dan hampir terjadi perkelahian. Tapi kemudian dilerai oleh pemilik toko buku (warga Mesir). Pemuda Mesir itu pun pergi," lanjut AP.
Dikira YY, masalah sudah selesai beriring perginya pemuda usil norak itu. Ternyata, sekitar sejam kemudian, pemuda itu datang bersama dengan enam orang kawan lainnya.
"Secara mengejutkan dan brutal, mereka langsung menyerang dan merusak resto. Mereka sengaja melempari resto terlebih dahulu dari luar, agar YY yang jadi 'incaran' mereka tidak keluar," kata AP.
Selain merusak isi resto, sekelompok pemuda Mesir itu pun menyerang YY. Mereka memukul, melempari, dan menghajar YY sekenanya dengan segala apa yang mereka bawa. Akibat serangan itu, YY mengalami luka yang cukup parah di bagian tangannya.
"Ia menangkis balok kayu dan lemparan batu dan kaca," lanjut AP.
Mengetahui aksi berutal itu, AP dan YY segera berteriak kencang. "Kami bilang 'harami-harami' (maling, maling), dan mereka langsung lari melarikan diri."
AP pun segera memanggil pemilik kios (orang Mesir) yang disewa dan dijadikan resto itu, yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter saja dari lokasi. Pemilik kios itu pun segera menghubungi kepolisian setempat dan melaporkan kejadian.
"Sayangnya, polisi datang setengah jam kemudian. Mereka datang bersama satuan intel (mabahits) untuk meninjau lokasi kejadian dan menemui para korban. Kami lalu pergi ke kantor polisi sektor hayy ashir untuk bikin berita acara pengaduan.
Di kantor kepolisian hayy ashir, pelapor disuruh untuk menindaklanjuti ke kantor kepolisian resort Nasr City di bilangan Abbas al-Aqqad. Hingga berita ini diturunkan, pihak korban masih berada di kantor resort Nasr City untuk menyelesaikan urusan.
KBRI Telat Datang
Sayangnya, saat pelaporan, baik di kantor polisi Hayy Ashir dan Abbas Aqqad, KBRI tidak melakukan upaya pendampingan terhadap korban. KBRI bahkan baru datang ke lokasi kejadian sekitar 2 jam lebih pasca peristiwa, padahal sebelumnya pihak PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Mesir sudah mengontak atase keamanan beberapa puluh menit pasca kejadian.
"Sayang, KBRI telat datang. Kesannya KBRI sebagai institusi negara yang wajib memberikan perlindungan kepada warganya lambat tanggap. Harusnya, pihak KBRI melakukan pendampingan terhadap korban yang nota benenya WNI saat melapor ke kantor polisi. Paling tidak, datang ke lokasi tidak telat-telat amat lah," kata RZ, salah seorang WNI lain di lokasi kejadian.
Beberapa menit setelah datang ke lokasi kejadian--sekitar 2 jam lebih pasca peristiwa--pihak KBRI yang diwakili dua orang pegawai konsuler, dan setelah berdiskusi dengan beberapa rekan WNI yang berkumpul di lokasi, akhirnya segera meluncur ke kantor polisi Abbas Aqqad untuk melakukan pendampingan.
WNI Kerap Dapatkan Tindak Kejahatan, Pelecehan, dan Kekerasan dari Orang Mesir
Kasus penyerbuan, penyerangan, dan penghancuran resto Indonesia di atas hanyalah salah satu dari serangkaian kasus tindak kekerasasn, kejahatan, dan pelecehan yang diterima oleh WNI dari orang Mesir--disamping imigran Afrika Hitam.
Berbagai kasus semisal penusukan, pencurian, perampokan, hipnotis, penodongan, dan pelecehan seksual yang dialami oleh WNI dari orang Mesir sudah beberapa puluh kali terjadi. Sayangnya, dari serentetan kasus yang terus menimpa itu, upaya-upaya hukum hanya sedikit yang dilakukan. Kalaupun ada pihak korban mengadukan kasus-kasus tersebut ke pihak yang berwajib, yang disayangkan kebanyakan korban tersebut tidak mendapat tindak lanjut yang serius dan memuaskan.
Beberapa kasus kejahatan, kekerasan, dan pelecehan tersebut kebanyakan terjadi di distrik Hayy 10, utamanya di daerah Bawwabat, Gami', Mutsallats, dan Madrasah. Di Kairo, distrik (Hayy) ashir memang terkenal sebagai distrik pinggiran, tempat berbagai macam kemungkinan kejahatan terjadi. Dan, sayangnya, di distrik itulah, mayoritas WNI (kebanyakan mahasiswa) menetap. (Laporan Koresponden Eramuslim langsung dari Mesir)