Selasa, September 08, 2009
KPK Akan Periksa Paskah Suzetta dan Kaban
Berita Dunia,Jakarta,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta dan Menteri Kehutanan, MS. Kaban terkait kasus dugaan suap kepada sejumlah anggota DPR dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004.
"Mereka dimintai keterangan sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Paskah Suzetta dan MS. Kaban diperiksa terkait statusnya sebagai mantan anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan.
Keterangan keduanya, kata Johan, akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara mantan anggota DPR Hamka Yandhu yang sudah menjadi tersangka dalam kasus itu.
KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah anggota DPR Dudhie Makmun Murod, Endin Soefihara, Hamka Yandhu, serta mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Udju Djuhaeri.
Dalam kasus itu, KPK juga telah memeriksa sejumlah anggota dan mantan anggota DPR, antara lain Achmad Hafiz Zawawi, TM. Nurlif, Baharuddin Aritonang, dan Daniel Tanjung.
Kasus aliran cek itu berawal dari laporan mantan anggota DPR Agus Condro. Politisi PDIP itu mengaku menerima cek senilai Rp500 juta setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda S. Goeltom.
Menurut Agus, sejumlah anggota DPR juga menerima cek serupa.(www.antaranews.com)
"Mereka dimintai keterangan sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Paskah Suzetta dan MS. Kaban diperiksa terkait statusnya sebagai mantan anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan.
Keterangan keduanya, kata Johan, akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara mantan anggota DPR Hamka Yandhu yang sudah menjadi tersangka dalam kasus itu.
KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah anggota DPR Dudhie Makmun Murod, Endin Soefihara, Hamka Yandhu, serta mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Udju Djuhaeri.
Dalam kasus itu, KPK juga telah memeriksa sejumlah anggota dan mantan anggota DPR, antara lain Achmad Hafiz Zawawi, TM. Nurlif, Baharuddin Aritonang, dan Daniel Tanjung.
Kasus aliran cek itu berawal dari laporan mantan anggota DPR Agus Condro. Politisi PDIP itu mengaku menerima cek senilai Rp500 juta setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda S. Goeltom.
Menurut Agus, sejumlah anggota DPR juga menerima cek serupa.(www.antaranews.com)
Iran Harus Pilih Sanksi Atau Kerja Sama

Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt
"Jika mereka siap untuk berunding dengan kami, kami juga siap untuk bekerja sama dengan mereka. Jika mereka memutuskan untuk berkonfrontasi, kemudian konfrontasilah yang akan terjadi," kata Menteri Luar Negeri Swedia, Carl Bildt, kepada wartawan seperti dikutip Reuters.
Swedia saat ini menjabat sebagai ketua Uni Eropa.
"Kami punya tawaran yang sangat bermurah hati untuk dirundingkan. Kami ingin bekerja sama dengan Iran mengenai sejumlah bidang, termasuk teknologi nuklir," katanya kepada para wartawan pada pertemuan para menlu Uni Eropa di Stockholm.
Pada Kamis lalu, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengabaikan ancaman pemberlakuan sanksi baru terhadap Iran berkaitan dengan program nuklirnya, sehari setelah negara-negara kuat dunia mendesak Teheran untuk bertemu dengan mereka bulan ini.
Dalam pertemuan itu, mereka akan membahas sengketa nuklir tersebut.
Pejabat-pejabat Iran lainnya mengatakan secara terpisah, bahwa Iran akan segera melangkah untuk mewujudkan paketnya, merujuk pada usulan yang belum diungkapkan kepada negara-negara kuat dunia.
Usulan tersebut telah dibicarakan Teheran selama beberapa bulan, sebagai cara untuk membantu pemecahan masalah internasional itu.
Ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Javier Solana, yang membawa negara-negara Barat berusaha melakukan perundingan dengan Iran, mengatakan bahwa dia belum tahu tentang adanya usulan-usulan tersebut.
Solana mengatakan, dia belum mengatakan kepada Iran kapan dokumen diberikan, tapi mengharapkan akan berbicara dengan mereka dalam beberapa jam mendatang.
Menlu Finlandia, Alexander Stubb, mengatakan dia berharap Iran akan merespon tawaran dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
"Obama telah menetapkan batas-waktu untuk melakukan diskusi-diskusi dengan Iran ...jika kami tak mendapat kemajuan dalam perundingan mengenai proliferasi nuklir, maka akan ada sanksi-sanksi lagi, itu jelas," katanya.
Stubb mengatakan, pengumuman Korea Utara Jumat bahwa pihaknya berhasil dalam melakukan uji pengayaan uranium, yang merupakan isyarat makin dekatnya dalam pembuatan senjata nuklir, juga sangat penting.
"Kami semua tahu bahwa bagian-bagian dunia ... Timur Tengah, Persia (Iran), dan bagian-bagian Asia, termasuk Korea Utara, mungkin sebagai tempat yang sangat berbahaya di dunia sejak sekarang.
"Tapi berita-berita yang kami dapat dari Korea Utara tidak akan memfasilitasi hal itu," katanya.
Sementara itu Menlu Inggris, David Miliband, mengatakan bahwa pengumuman Korea Utara itu menunjukkan pentingnya respon bersama internasional untuk mencegah penyebaran senjata-senjata atom.
"Ini menunjukkan bahwa pada 2009 dan 2010 adalah tahun-tahun di mana Perjanjian Non-Proliferasi sedang diuji, yang tak pernah terjadi sebelumnya, dan itu memerlukan perhatian ekstra dari kita semua," katanya.
Obama memberikan batas waktu kepada Iran sampai bulan ini untuk memberikan jawaban atas tawaran perundingan dari enam negara kuat dunia atau menghadapi hukuman yang lebih keras.(www.antaranews.com)
PBB Kecam Pembebasan Pemimpin Milisi Timtim

"Jika berita itu benar, pembebasannya berlawanan dengan resolusi-resolusi Dewan Keamanan yang dibentuk Misi PBB di Timor Timur dan pelanggaran berat prinsip global atas orang-orang yang bertanggungjawab untuk kejahatan terhadap kemanusiaan," kata wanita juru bicara Sekjen PBB Ban Ki-moon, Marie Okabe, dalam satu pernyataan.
PBB mengatakan pada awal pekan ini bahwa tertuduh, Martenus Bere, telah dibebaskan Ahad menjelang peringatan nasional 10 tahun kemerdekaan Timor Timur dari Indonesia, dalam referendum yang didukung PBB.
Pemerintah menolak memberikan konfirmasinya mengenai pembebasan Bere tersebut.
Bere ditahan pada 8 Agustus, lima tahun setelah diduga terlibat dalam pembantaian di Gereja Suai pada 1999, yang menyebabkan 200 orang tewas.
"Sikap PBB adalah tidak ada amnesti atau pengampunan bagi kejahatan serius seperti kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida," kata Okabe.
Dalam konteks itu, Kantor Komisi Tinggi untuk Hak Asasi Manusia (HAM) menentang keras pembebasan seseorang yang ditahan karena tuduhan demikian.
Pemimpin Timor Timur dikecam karena menentang tuntutan terhadap pihak yang bertanggungjawab pada kekejaman yang dilakukan semasa 1975-1999 di pulau itu, yang menewaskan sekitar 100 orang.
Presiden Jose Ramos-Horta mengatakan, memperbaiki hubungan baik dengan Indonesia lebih penting daripada menuntut keadilan. Dia juga mengatakan bahwa ia tak mengizinkan negaranya digunakan sebagai `eksperimen` dalam keadilan internasional.
Partai oposisi Fretilin mengatakan, dia tidak meraba perasaan rakyat Timor Timur. Banyak di antara mereka yang terus menuntut keadilan atas pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan semasa pendudukan Indonesia.(www.antaranews.com)
Krisis Ekonomi Bikin Orang Amerika Tak Materialistis

Satu survei atas 41.175 orang dewasa oleh Zogby Interactive mendapati orang Amerika memilih untuk hidup dengan harta milik yang lebih sedikit, dan dua dari 10 orang memberikan lebih dari 10 persen barang mereka dan tidak menggantinya dalam suasana ekonomi baru.
Pelaksana jajak pendapat John Zogby mengatakan, responden survei tersebut, yang dilakukan pada 2-27 Juli, ditanyai apakah mereka akan memilih barang seharga 500 dolar AS dari Tiffany (TIF.N) di dalam kotak biru atau barang yang kelihatan sama dengan harga 250 dolar AS dari pengecer rabat Wal-Mart Stores Inc. (WMT.N).
Ia mengatakan, hanya 10 persen memilih barang Tiffany, sementara 78 persen memilih dagangan Wal-Mart. Yang lain tidak bisa mengambil keputusan.
"Orang bergerak ke arah gaya hidup yang lebih sederhana dan tak terlalu materialistis," kata Zogby dalam satu pernyataan.
"Saya menyebut mereka Secular Spiritualis, karena mereka mencari lebih banyak arti dalam hidup mereka, dan akan mencarinya melalui keluarga, teman, relawan dan kegiatan yang santai yang memenuhi keperluan mereka," kata Zogby, sebagaimana dilaporkan Reuters Life.
Jajak pendapat itu mendapati hampir sepertiga orang Amerika telah mengeluarkan makin banyak barang mereka dalam satu tahun belakangan dibandingkan yang telah mereka lakukan sebelumnya, sementara 20 persen menyatakan mereka telah mengeluarkan lebih sedikit. Sisanya tak bisa membuat kepastian.
Hanya lebih seperlima orang Amerika dewasa telah menyumbangkan lebih dari 10 persen barang mereka karena semua itu tak mereka perlukan lagi, dan sebanyak 20 persen lagi mengatakan mereka belum memberikan apa pun.
Hampir dua-pertiga --58 persen-- mengatakan mereka telah memberikan kurang dari 10 persen barang mereka.
Orang dengan penghasilan paling rendah adalah yang paling kurang mungkin untuk memberikan apa pun dan orang yang sering menghadiri kegiatan agama adalah yang paling mungkin untuk melepaskan harta mereka dibandingkan dengan yang lain.(www.antaranews.com)
Klarifikasi Lengkap Soraya Abdullah
Berita Dunia,Jakarta - Soraya Abdullah, mantan artis yang diberitakan menghilang, mengirim email ke redaksi detikcom. Lewat email itu , Soraya membantah menghilang. Ia juga menjelaskan hubungannya dengan keluarga tersangka terorisme M Jibril.
Namun sayang, perempuan yang akrab disapa Aya itu sama sekali tidak menyebut di mana dia tinggal saat ini. Nomor telepon yang tertera pun tidak dapat dihubungi alias tidak aktif. Dikirimi email, Soraya pun belum memberikan balasan.
Berikut klarifikasi lengkap Aya lewat email soraya.abdullah@ymail.com itu yang diterima detikcom, Senin (7/9/2009):
Segala puji hanya bagi Allah Rabb Alam Semesta, Yang Hanya Pada-Nya Segala Kekuasaan dan Segala Keselamatan seluruh penduduk langit dan bumi, Yang Menguasai Hari Pembalasan, Yang Menghitung Dengan Cepat Segala Apapun Amal yang kita lakukan di dunia ini, dan Yang Tidak Akan Tertidur terhadap hamba-Nya yang terzalimi.
Salam dan Sholawat bagi Baginda yang mulia Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat-sahabatnya dan seluruh pengikutnya yang setia sampai akhir zaman nanti.
Assalaamu'alaikum manit taba'a al Hudaa amma ba'du..
Sehubungan dengan maraknya pemberitaan kami (Soraya Abdullah Balvas) di media massa tentang fitnah keterlibatan kami dengan sekelompok jaringan teroris (naudzubillah) baik di dalam maupun di luar negeri, dengan ini kami berusaha ingin mengklarifikasi permasalahan tersebut...Bi idznillah...:
1. Kami mengkaji ilmu agama ditempat Ust. Abu Jibriel (Ayahanda Muhammad Jibriel Abdurrahman), semenjak april 2007. Isi materi pengajiannya bersifat umum, seperti fiqh, hadits dan Bahasa Arab, sama dengan pengajian-pengajian (ahlussunnah) umum lainnya. Siapa saja bisa datang bergabung mengaji di sini tanpa terkecuali. Kajian tersebut bersifat rutin semenjak beberapa tahun yang
lalu. Ini bisa dilihat dari ibu ibu yang menghadiri pengajian Ust. Abu Jibril
baik yang mengenakan penutup wajah (cadar) maupun tidak.
2. Kaitan semenjak itu kami berubah penampilan dengan mengenakan penutup muka (cadar) adalah karena keinginan pribadi kami dalam menjaga kehormatan wanita muslimah terlebih dalam keadaan pergaulan metropolitan yang semakin rusak. Banyak perbuatan tidak senonoh dikarenakan fitnah dari wajah, oleh karenanya bagi kami, wajah adalah sumber fitnah dan awal dari malapetaka.
Dalam komunitas pengajian Ust. Abu Jibril, pada awalnya yang mengenakan penutup muka (cadar) hanyalah kami dan istri ust Abu Jibril (Ummu Jibril), namun atas hidayah-Nya pula akhirnya banyak ibu ibu yang ingin menjaga kehormatannya dan menghindari fitnah dengan turut mengenakan penutup muka. Kesadaran ini bukanlah kewajiban ketika mengikuti pengajian Ust. Abu Jibril. Semoga kebaikan bagi muslimah yang berusaha menjaga kehormatanNya di tengah badai fitnah yang menimpa kaum muslimin saat ini.
Kamipun tetap mendoakan untuk ibu ibu yang baru belajar Islam agar lebih terbuka hatinya, meresapkan ilmunya, dan diaplikasikannya syariah Islam dalam kehidupan sehari hari. Janganlah seperti wanita yang setelah mengikuti pengajian, kembali mengunjungi cafe cafe untuk berdugem. Ataupun taubat hanya
pada saat Ramadhan. Naudzubillah...
3. Terkait hubungan kami dengan Arrahmah Media hanyalah sebatas freelance marketing, terlebih kesibukan kami sebagai orangtua yang tidak bisa memberikan waktu yang lebih banyak lagi. Namun Alhamdulillah, sedikit ilmu yang kami dapatkan pada saat kuliah perfilm-an dan pada saat menjadi artis dapat sedikit membantu mengemas produk produk Arrahmah tersebut. Kami sangat menghargai
profesionalitas Arrahmah media yang begitu concern memberitakan secara berimbang perjuangan kaum muslimin di sisi dunia lain yang dikemas dengan gaya dokumenter. Sebagai seorang muslim, kami hanya mengamalkan sebuah seruan:
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara QS. Al Hujurat 10. "Dan barangsiapa yang bangun dan tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin)". (HR Hakim dan Al Khatib dari Hudzaifah ra.)
Dari Nu’man ibn Basyir, Rasulullah Saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin yang saling mencintai dan saling menyayangi serta saling mengasihi adalah bagaikan satu tubuh, apabila sebagian anggota tubuh itu sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan sakit. (HR. Bukhari dan
Muslim).
Bagaimana kesedihan sebagai seorang muslim ketika dia dapat bercengkerama dengan suami, berkumpul bersama keluarga dan anak anak, bisa jalan jalan dengan tenang ke mall, makan dengan kenyang di restaurant, tidur dengan nyenyak di atas kasur yang empuk, selimut tebal dengan pendingin ruangan yang
sangat sejuk tanpa harus mendengar suara dentuman bom atau desingan peluru, atau ketakutan dari bom fosfor dari kafir penjajah Amerika Serikat, Israel, dan kafir harbi muharriban fi'lan lainnya.
Minimal untaian doa yang kami harapkan dari diterbitkannya film dokumentasi Arrahmah Media ketika di Iraq, dikabarkan bahwa seorang muslimah bernama Fatimah yang diperkosa oleh tentara kafir pendudukan hingga 9 kali dalam sehari. Hingga mengandung dan rusak rahimnya. Demikian pula tangis janda dan
anak anak yang kehilangan suami dan ayahnya dari peperangan yang dunia terbisu mendiamkannya.
Adapun fitnah fitnah lain yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, kami serahkan kepada Allah atas segala perhitungannya.
4. Keterkaitan Akhi (saudara) Muhammad Jibriel Abdurrahman dengan pendanaan aksi terorisme Insya ALLAH itu tidak benar. Akhi jibriel hanyalah seorang wartawan yang profesional. Bagi kami penangkapan ini sekedar bermuatan politis dan kepentingan semata, dikarenakan Arrahmah berbeda dengan media lainnya, yang dengan berani menyuarakan perjuangan kaum muslimin secara lebih transparan. Atas nama kebebasan pers pula, hal ini menjadi bias dikalangan media informasi di negeri ini. Seorang wartawan pula, memiliki keinginan kuat menembus sosok sosok yang cukup layak untuk diwawancarai. Seperti wartawan BBC/Al Jazeera yang berhasil mewawancarai Usama bin Ladin. Apakah dengannya kemudian mengkaitkan wartawan tersebut dengan terorisme?
Kedzaliman pun nampak pula dengan perpanjangan masa tahanan Akhi Jibriel hingga 4 bulan tanpa alasan yang layak secara hukum. Dengan berbagai delik pelanggaran hukum yang sering berubah. Stigmatisasi teroris terhadap akhi Muhammad Jibriel Abdurrahman adalah pelanggaran HAM, karena persidangan yang akan memutuskan bersalahpun belum berjalan. Ini merupakan bentuk penghukuman sepihak tanpa keadilan dan lepas dari praduga tak bersalah.
5. Terkait dengan kepergian kami semenjak beberapa waktu silam. Kami informasikan bahwa kepergian kami sekedar untuk menunaikan kewajiban orang tua terhadap pendidikan anaknya untuk memilihkan yang terbaik. Atas dasar rasa cinta kami terhadap ananda terkait kesehatan pergaulan mereka, maka kami telah berpindah semenjak awal Bulan Mei 2009, dan sudah kami konsultasikan kepada keluarga dan rekan-rekan semenjak setahun terakhir. Kekhawatirkan kami terhadap pergaulan yang tidak sehat terhadap anak-anak kami, dan berbagai macam dampak mudharat (buruk) terhadap keduanya. Sebelumnya pula kami berusaha
menemui RT/RW setempat, namun berhubung kendala waktu (beliau hanya bisa ditemui pada malam hari saja, sedangkan kami -sebagai seorang muslimah yang berusaha menjaga kehormatan diri- hanya bisa keluar siang) akhirnya kami gagal menemuinya.
Kemudian kami berpamitan kepada salah satu pengurus DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid) setempat. Di Jakarta pula, kami sekeluarga merasa jenuh dan kurang berkonsentrasi beribadah. Karena suatu saat nanti, kami akan dimintai pertanggungjawaban atas pendidikan buah hati kami dihadapan Allah kelak.
Alhamdulillah, kini kondisi kami sekeluarga dalam keadaan tenang. Berkonsenterasi untuk mendidik buah hati kami dengan naungan Alquran dalam setiap saat. Menjadikan ananda sebagai anak solih/ sholeha yang terbebas dari lingkungan yang tidak Islami.
6. Kami memohon maaf kepada seluruh rekan rekan wartawan media cetak dan elektronik, atas keterlambatan statement ini. Dikarenakan minimnya media informasi di lingkungan kami saat ini. Demi perkembangan kebaikan anak anak, kami singkirkan radio, tv dan lainnya. Di lingkungan kami pun hanya sekedar CD Player yang hanya kami gunakan untuk melantunkan ayat ayat suci Al Quran. Kami sekadar mengkhawatirkan pula, fitnah ini juga mempengaruhi jiwa anak-anak kami.
Maha Suci Allah yg telah membuat kami tuli dan buta atas segala fitnah, cacian, makian, ghibah dan adu domba media. Di Bulan Suci ini, kami menghimbau untuk menghentikan membuat sesuatu yg menodai amalan ibadah kita.
7. Kami berharap kepada seluruh rekan media cetak maupun elektronik untuk tidak kembali menampilkan foto kami dalam keadaan tidak berhijab (bercadar), hal itu bagi kami merupakan fitnah baik di dunia dan di akhirat. Di dunia kami akan menuntut secara hukum atas penampilan foto tanpa izin kami. Kami tekankan bahwa kami sudah berlepas dari dunia artis yang penuh fitnah dan malapetaka, kami bersyukur menggantinya dengan kehidupan Islam yang menyejukkan dan damai. Sungguh Allah mendengarkan doa hamba yang terdzalimi. Kami berlepas atas apa yang media lakukan, dan segala perhitungan hanyalah milikNya.
Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW telah mengutus Mu’adz ke Yaman dan Beliau berkata kepadanya : “Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, karena doa tersebut tidak adah hijab (penghalang) diantara dia dengan Allah”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Terakhir kami ingin menyampaikan pesan kepada:
1. Keluarga besar Ust Abu Jibriel, khususnya Akhi Jibriel yg sedang dalam ujian fitnah ini, semoga ALLAH menuangkan kesabaran dan kekuatan untuk kalian. Semoga ALLAH membalas dengan pahala yg besar dan rahmatNya yg tiada batas.
2. Keluarga besar kami yang pastinya kurang nyaman dengan pemberitaan ini, semoga tabayyun (klarifikasi) ini melegakan kalian. Salam khidmah kami untuk ibunda yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan sepenuh kasih sayang yang tak mampu terbayarkan sampai menjelang akhir hayat pun, maafkan kami dengan semua fitnah yang berhembus ini, ini merupakan ujian
kesabaran bagi kita semua, hingga kita kembali di JannahNya bersama. Kami berharap limpahan doa dari mama agar mampu menjadi wanita sholehah sebagai syafa'at mama ketika hari perhitungan kelak... Selalu ada doa yang tertuang di penghujung malam untuk keluarga tercinta.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: "Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka maka mereka akan menjadi penghalang dari api neraka".
Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga meriwayatkan dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Tidaklah seorang muslim yg memiliki dua anak perempuan yang telah dewasa lalu dia berbuat baik pada kedua kecuali mereka berdua akan memasukkan ke dalam surga".
3. Seluruh kru Arrahmah Media, semoga tetap sabar dan istiqomah dalam memberitakan dunia Islam secara transparan di tengah badai ujian ini. Barangkali ujian ini menjadikan Arrahmah Media dapat lebih profesional dari sebelumnya dan senantiasa mengikhlaskan perjuangan ini semata karena ALLAH,
sehingga pertolongan itu datang. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu dekat.
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).(QS. Al Fath 18).
4. Seluruh sahabat-sahabat yang mencintai dan kami cintai karena ALLAH, yang kerap mengkhawatirkan kami, mendoakan kami dalam setiap rukuk dan sujudnya, jazakumulloh khoiron katsiron untuk tidak sedikit pun mempercayai berita itu. Fitnah ini sudah termaktubkan dalam haditsnya.
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Akan terjadi fitnah di mana orang yang duduk (menghindar dari fitnah itu) lebih baik daripada yang berdiri dan orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari (yang terlibat dalam fitnah). Orang yang mendekatinya akan dibinasakan. Barang siapa yang mendapatkan tempat berlindung darinya,
hendaklah ia berlindung. (Shahih Muslim No.5136)
"Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya fitnah, di mana fitnah itu seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pagi-pagi seorang masih beriman, tetapi di sore hari telah menjadi kafir dan sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir" (HR. Muslim: Kitabul Iman no. 269)
Mari kita teguhkan pendirian kita dalam perjuangan yang penuh onak dan duri ini, sungguh jannah (surga) itu sudah ada di depan kita. Hingga janji Allah untuk mengembalikan Islam di muka bumi terwujud
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang sholeh bahwa Dia sungguh benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi
mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu,
maka mereka itulah orang-orang yang fasik". (Surat An Nuur (24) ayat 55)
"Urusan (Islam) ini benar-benar akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang (yakni seluruh dunia), dan Alloh tidak akan menyisakan sebuah rumah pun di muka bumi ini, baik rumah di kota maupun rumah di desa (penduduk nomaden), kecuali Alloh akan memasukkannya ke dalam agama ini, dengan
kemuliaan orang yang mulia atau kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya Alloh memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Alloh menghinakan kekafiran" (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Al Hakim, Ibnu Mandah dan Ibnu Hiban).
Akhirul kalam, kami menyatakan tabayyun (klarifikasi) ini dengan sebenar-benarnya kami tuliskan, sehingga Insya ALLAH dapat dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.
Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. al-Hujurat (49) : 6)
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. al-Hujurat (49) : 12)
Wassalammua'alaikum manit taba'a al hudaa
Al faqir IlaLLOH..
Soraya Abdullah Balvas
and I'm just a piece of dust..
(www.detik.com)
Namun sayang, perempuan yang akrab disapa Aya itu sama sekali tidak menyebut di mana dia tinggal saat ini. Nomor telepon yang tertera pun tidak dapat dihubungi alias tidak aktif. Dikirimi email, Soraya pun belum memberikan balasan.
Berikut klarifikasi lengkap Aya lewat email soraya.abdullah@ymail.com itu yang diterima detikcom, Senin (7/9/2009):
Segala puji hanya bagi Allah Rabb Alam Semesta, Yang Hanya Pada-Nya Segala Kekuasaan dan Segala Keselamatan seluruh penduduk langit dan bumi, Yang Menguasai Hari Pembalasan, Yang Menghitung Dengan Cepat Segala Apapun Amal yang kita lakukan di dunia ini, dan Yang Tidak Akan Tertidur terhadap hamba-Nya yang terzalimi.
Salam dan Sholawat bagi Baginda yang mulia Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat-sahabatnya dan seluruh pengikutnya yang setia sampai akhir zaman nanti.
Assalaamu'alaikum manit taba'a al Hudaa amma ba'du..
Sehubungan dengan maraknya pemberitaan kami (Soraya Abdullah Balvas) di media massa tentang fitnah keterlibatan kami dengan sekelompok jaringan teroris (naudzubillah) baik di dalam maupun di luar negeri, dengan ini kami berusaha ingin mengklarifikasi permasalahan tersebut...Bi idznillah...:
1. Kami mengkaji ilmu agama ditempat Ust. Abu Jibriel (Ayahanda Muhammad Jibriel Abdurrahman), semenjak april 2007. Isi materi pengajiannya bersifat umum, seperti fiqh, hadits dan Bahasa Arab, sama dengan pengajian-pengajian (ahlussunnah) umum lainnya. Siapa saja bisa datang bergabung mengaji di sini tanpa terkecuali. Kajian tersebut bersifat rutin semenjak beberapa tahun yang
lalu. Ini bisa dilihat dari ibu ibu yang menghadiri pengajian Ust. Abu Jibril
baik yang mengenakan penutup wajah (cadar) maupun tidak.
2. Kaitan semenjak itu kami berubah penampilan dengan mengenakan penutup muka (cadar) adalah karena keinginan pribadi kami dalam menjaga kehormatan wanita muslimah terlebih dalam keadaan pergaulan metropolitan yang semakin rusak. Banyak perbuatan tidak senonoh dikarenakan fitnah dari wajah, oleh karenanya bagi kami, wajah adalah sumber fitnah dan awal dari malapetaka.
Dalam komunitas pengajian Ust. Abu Jibril, pada awalnya yang mengenakan penutup muka (cadar) hanyalah kami dan istri ust Abu Jibril (Ummu Jibril), namun atas hidayah-Nya pula akhirnya banyak ibu ibu yang ingin menjaga kehormatannya dan menghindari fitnah dengan turut mengenakan penutup muka. Kesadaran ini bukanlah kewajiban ketika mengikuti pengajian Ust. Abu Jibril. Semoga kebaikan bagi muslimah yang berusaha menjaga kehormatanNya di tengah badai fitnah yang menimpa kaum muslimin saat ini.
Kamipun tetap mendoakan untuk ibu ibu yang baru belajar Islam agar lebih terbuka hatinya, meresapkan ilmunya, dan diaplikasikannya syariah Islam dalam kehidupan sehari hari. Janganlah seperti wanita yang setelah mengikuti pengajian, kembali mengunjungi cafe cafe untuk berdugem. Ataupun taubat hanya
pada saat Ramadhan. Naudzubillah...
3. Terkait hubungan kami dengan Arrahmah Media hanyalah sebatas freelance marketing, terlebih kesibukan kami sebagai orangtua yang tidak bisa memberikan waktu yang lebih banyak lagi. Namun Alhamdulillah, sedikit ilmu yang kami dapatkan pada saat kuliah perfilm-an dan pada saat menjadi artis dapat sedikit membantu mengemas produk produk Arrahmah tersebut. Kami sangat menghargai
profesionalitas Arrahmah media yang begitu concern memberitakan secara berimbang perjuangan kaum muslimin di sisi dunia lain yang dikemas dengan gaya dokumenter. Sebagai seorang muslim, kami hanya mengamalkan sebuah seruan:
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara QS. Al Hujurat 10. "Dan barangsiapa yang bangun dan tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin)". (HR Hakim dan Al Khatib dari Hudzaifah ra.)
Dari Nu’man ibn Basyir, Rasulullah Saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin yang saling mencintai dan saling menyayangi serta saling mengasihi adalah bagaikan satu tubuh, apabila sebagian anggota tubuh itu sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan sakit. (HR. Bukhari dan
Muslim).
Bagaimana kesedihan sebagai seorang muslim ketika dia dapat bercengkerama dengan suami, berkumpul bersama keluarga dan anak anak, bisa jalan jalan dengan tenang ke mall, makan dengan kenyang di restaurant, tidur dengan nyenyak di atas kasur yang empuk, selimut tebal dengan pendingin ruangan yang
sangat sejuk tanpa harus mendengar suara dentuman bom atau desingan peluru, atau ketakutan dari bom fosfor dari kafir penjajah Amerika Serikat, Israel, dan kafir harbi muharriban fi'lan lainnya.
Minimal untaian doa yang kami harapkan dari diterbitkannya film dokumentasi Arrahmah Media ketika di Iraq, dikabarkan bahwa seorang muslimah bernama Fatimah yang diperkosa oleh tentara kafir pendudukan hingga 9 kali dalam sehari. Hingga mengandung dan rusak rahimnya. Demikian pula tangis janda dan
anak anak yang kehilangan suami dan ayahnya dari peperangan yang dunia terbisu mendiamkannya.
Adapun fitnah fitnah lain yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, kami serahkan kepada Allah atas segala perhitungannya.
4. Keterkaitan Akhi (saudara) Muhammad Jibriel Abdurrahman dengan pendanaan aksi terorisme Insya ALLAH itu tidak benar. Akhi jibriel hanyalah seorang wartawan yang profesional. Bagi kami penangkapan ini sekedar bermuatan politis dan kepentingan semata, dikarenakan Arrahmah berbeda dengan media lainnya, yang dengan berani menyuarakan perjuangan kaum muslimin secara lebih transparan. Atas nama kebebasan pers pula, hal ini menjadi bias dikalangan media informasi di negeri ini. Seorang wartawan pula, memiliki keinginan kuat menembus sosok sosok yang cukup layak untuk diwawancarai. Seperti wartawan BBC/Al Jazeera yang berhasil mewawancarai Usama bin Ladin. Apakah dengannya kemudian mengkaitkan wartawan tersebut dengan terorisme?
Kedzaliman pun nampak pula dengan perpanjangan masa tahanan Akhi Jibriel hingga 4 bulan tanpa alasan yang layak secara hukum. Dengan berbagai delik pelanggaran hukum yang sering berubah. Stigmatisasi teroris terhadap akhi Muhammad Jibriel Abdurrahman adalah pelanggaran HAM, karena persidangan yang akan memutuskan bersalahpun belum berjalan. Ini merupakan bentuk penghukuman sepihak tanpa keadilan dan lepas dari praduga tak bersalah.
5. Terkait dengan kepergian kami semenjak beberapa waktu silam. Kami informasikan bahwa kepergian kami sekedar untuk menunaikan kewajiban orang tua terhadap pendidikan anaknya untuk memilihkan yang terbaik. Atas dasar rasa cinta kami terhadap ananda terkait kesehatan pergaulan mereka, maka kami telah berpindah semenjak awal Bulan Mei 2009, dan sudah kami konsultasikan kepada keluarga dan rekan-rekan semenjak setahun terakhir. Kekhawatirkan kami terhadap pergaulan yang tidak sehat terhadap anak-anak kami, dan berbagai macam dampak mudharat (buruk) terhadap keduanya. Sebelumnya pula kami berusaha
menemui RT/RW setempat, namun berhubung kendala waktu (beliau hanya bisa ditemui pada malam hari saja, sedangkan kami -sebagai seorang muslimah yang berusaha menjaga kehormatan diri- hanya bisa keluar siang) akhirnya kami gagal menemuinya.
Kemudian kami berpamitan kepada salah satu pengurus DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid) setempat. Di Jakarta pula, kami sekeluarga merasa jenuh dan kurang berkonsentrasi beribadah. Karena suatu saat nanti, kami akan dimintai pertanggungjawaban atas pendidikan buah hati kami dihadapan Allah kelak.
Alhamdulillah, kini kondisi kami sekeluarga dalam keadaan tenang. Berkonsenterasi untuk mendidik buah hati kami dengan naungan Alquran dalam setiap saat. Menjadikan ananda sebagai anak solih/ sholeha yang terbebas dari lingkungan yang tidak Islami.
6. Kami memohon maaf kepada seluruh rekan rekan wartawan media cetak dan elektronik, atas keterlambatan statement ini. Dikarenakan minimnya media informasi di lingkungan kami saat ini. Demi perkembangan kebaikan anak anak, kami singkirkan radio, tv dan lainnya. Di lingkungan kami pun hanya sekedar CD Player yang hanya kami gunakan untuk melantunkan ayat ayat suci Al Quran. Kami sekadar mengkhawatirkan pula, fitnah ini juga mempengaruhi jiwa anak-anak kami.
Maha Suci Allah yg telah membuat kami tuli dan buta atas segala fitnah, cacian, makian, ghibah dan adu domba media. Di Bulan Suci ini, kami menghimbau untuk menghentikan membuat sesuatu yg menodai amalan ibadah kita.
7. Kami berharap kepada seluruh rekan media cetak maupun elektronik untuk tidak kembali menampilkan foto kami dalam keadaan tidak berhijab (bercadar), hal itu bagi kami merupakan fitnah baik di dunia dan di akhirat. Di dunia kami akan menuntut secara hukum atas penampilan foto tanpa izin kami. Kami tekankan bahwa kami sudah berlepas dari dunia artis yang penuh fitnah dan malapetaka, kami bersyukur menggantinya dengan kehidupan Islam yang menyejukkan dan damai. Sungguh Allah mendengarkan doa hamba yang terdzalimi. Kami berlepas atas apa yang media lakukan, dan segala perhitungan hanyalah milikNya.
Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW telah mengutus Mu’adz ke Yaman dan Beliau berkata kepadanya : “Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, karena doa tersebut tidak adah hijab (penghalang) diantara dia dengan Allah”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Terakhir kami ingin menyampaikan pesan kepada:
1. Keluarga besar Ust Abu Jibriel, khususnya Akhi Jibriel yg sedang dalam ujian fitnah ini, semoga ALLAH menuangkan kesabaran dan kekuatan untuk kalian. Semoga ALLAH membalas dengan pahala yg besar dan rahmatNya yg tiada batas.
2. Keluarga besar kami yang pastinya kurang nyaman dengan pemberitaan ini, semoga tabayyun (klarifikasi) ini melegakan kalian. Salam khidmah kami untuk ibunda yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan sepenuh kasih sayang yang tak mampu terbayarkan sampai menjelang akhir hayat pun, maafkan kami dengan semua fitnah yang berhembus ini, ini merupakan ujian
kesabaran bagi kita semua, hingga kita kembali di JannahNya bersama. Kami berharap limpahan doa dari mama agar mampu menjadi wanita sholehah sebagai syafa'at mama ketika hari perhitungan kelak... Selalu ada doa yang tertuang di penghujung malam untuk keluarga tercinta.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: "Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka maka mereka akan menjadi penghalang dari api neraka".
Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga meriwayatkan dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Tidaklah seorang muslim yg memiliki dua anak perempuan yang telah dewasa lalu dia berbuat baik pada kedua kecuali mereka berdua akan memasukkan ke dalam surga".
3. Seluruh kru Arrahmah Media, semoga tetap sabar dan istiqomah dalam memberitakan dunia Islam secara transparan di tengah badai ujian ini. Barangkali ujian ini menjadikan Arrahmah Media dapat lebih profesional dari sebelumnya dan senantiasa mengikhlaskan perjuangan ini semata karena ALLAH,
sehingga pertolongan itu datang. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu dekat.
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).(QS. Al Fath 18).
4. Seluruh sahabat-sahabat yang mencintai dan kami cintai karena ALLAH, yang kerap mengkhawatirkan kami, mendoakan kami dalam setiap rukuk dan sujudnya, jazakumulloh khoiron katsiron untuk tidak sedikit pun mempercayai berita itu. Fitnah ini sudah termaktubkan dalam haditsnya.
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Akan terjadi fitnah di mana orang yang duduk (menghindar dari fitnah itu) lebih baik daripada yang berdiri dan orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari (yang terlibat dalam fitnah). Orang yang mendekatinya akan dibinasakan. Barang siapa yang mendapatkan tempat berlindung darinya,
hendaklah ia berlindung. (Shahih Muslim No.5136)
"Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya fitnah, di mana fitnah itu seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pagi-pagi seorang masih beriman, tetapi di sore hari telah menjadi kafir dan sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir" (HR. Muslim: Kitabul Iman no. 269)
Mari kita teguhkan pendirian kita dalam perjuangan yang penuh onak dan duri ini, sungguh jannah (surga) itu sudah ada di depan kita. Hingga janji Allah untuk mengembalikan Islam di muka bumi terwujud
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang sholeh bahwa Dia sungguh benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi
mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu,
maka mereka itulah orang-orang yang fasik". (Surat An Nuur (24) ayat 55)
"Urusan (Islam) ini benar-benar akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang (yakni seluruh dunia), dan Alloh tidak akan menyisakan sebuah rumah pun di muka bumi ini, baik rumah di kota maupun rumah di desa (penduduk nomaden), kecuali Alloh akan memasukkannya ke dalam agama ini, dengan
kemuliaan orang yang mulia atau kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya Alloh memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Alloh menghinakan kekafiran" (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Al Hakim, Ibnu Mandah dan Ibnu Hiban).
Akhirul kalam, kami menyatakan tabayyun (klarifikasi) ini dengan sebenar-benarnya kami tuliskan, sehingga Insya ALLAH dapat dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.
Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. al-Hujurat (49) : 6)
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. al-Hujurat (49) : 12)
Wassalammua'alaikum manit taba'a al hudaa
Al faqir IlaLLOH..
Soraya Abdullah Balvas
and I'm just a piece of dust..
(www.detik.com)
Langganan:
Postingan (Atom)
