Rabu, Oktober 07, 2009

Mimpi Buruk Amerika di Afghanistan (1) Abdul Ghani Baradar, Si Nomor 2 Pejuang Taliban



Berita Dunia,-Segera setelah 4000 tentara AS diberangkatkan ke Helmand pada 2 Juli sebulan yang lalu, Mullah Abdul Ghani Baradar memanggil semua komandan Taliban di seluruh wilayah untuk pertemuan darurat. Pertemuan itu digelar di Pakistan—tak jauh dari perbatasan Afghanistan tapi masih sangat aman dari jangkauan Amerika.
Baradar mengatakan bahwa ia menghendaki satu hal dari para komandannya: buatlah seolah Taliban kalah sampai ke tingkat minimum, sementara musuh terus memaksimumkan biaya perangnya. “Jangan pernah menembaki tentara musuh secara langsung berhadap-hadapan,” perintahnya. “Teruslah bergerilya.”
Di akhir pertemuan itu, Baradar mengingatkan anak buahnya, “Jangan pernah meninggalkan anak buah kalian. Teruslah pegang senjatamu erat. Amerika punya kekuatan militer yang lebih kuat, tapi kita mempunyai komitmen dan keyakinan yang lebih besar.”
Kita mungkin tak pernah mendengar Mullah Baradar. Yang paling sering kita dengar barangkali Mullah Mohammed Omar, yang alat penglihatannya tinggal satu lagi. Omar yang yang tinggal di sebuah desa kecil ini terus-menerus menjadi target utama, dengan ganjaran $10 juta untuk kepalanya. Tapi ia tak pernah terlihat selama tiga tahun belakangan ini, bahkan oleh anak buahnya sekalipun. Tak heran, jika kemudian Amerika mengalihkannya pada Baradar, yang sejak tahun 2001 memegang komando.
Baradar tampaknya tak seperti Omar. Menurut Mullah Shah Wali Akhund, seorang komandan dari pronvisni Helmand, Baradar memegang semua kendali militer, politik, agama dan finansial Taliban. “Ia adalah seorang komandan yang brilian.” Ucap Prof. Thomas Johnsin, seorang ahli yang telah lama mengamati Afghanistan. “Dia mampu, karismatik, dan menguasai wilayah dan dekat dengan rakyat. Bagi AS, ia adalah musuh yang mengerikan!”
Baradar selalu memperlihatkan kesetiaannya kepada Omar. Ia mengaku, ia senantiasa berhubungan dengan Omar tapi karena risiko keamanan, kontak itu tidak dilakukan secara terus-menerus. Berbeda terhadap Omar, anggota Taliban melihat Baradar sebagai seseorang yang konsisten, lebih terbuka, lebih berorientasi dan lebih bisa mendengar aspirasi dan perbedaan pendapat. “Baradar tak pernah memerintah tanpa pemahaman dan investigasi masalahnya terlebih dahulu.” Tutur seorang komandan dari provinsi Zabul. “Dia sangat sabar dan bersedia mendengarkan Anda sampai akhir. Dia tak pernah marah dan hilang temperamennya.”
Baradar jelas meninggalkan sebuah pertanyaan baru: apakah Amerika dan pemerintah Afghanistan bisa bernegosiasi dengan Baradar? Pengaruhnya kepada para pejuang Taliban bukan lagi sesuatu yang perlu diperdebatkan. Dia tidak cupat. Pada tahun 2004, ia sempat membuka percakapan dengan pemerintah Hamid Karzai—presiden Afghanistan. Baradar adalah seorang Pashtun, sama halnya dengan Karzai. Namun tidak seperti Karzai, Baradar akan pernah mengingkari bangsanya. Ia selalu percaya bahwa pejuang Taliban akan kembali memiki momentumnya sendiri.
Baradar mempunyai kemampuan membangun kembali Taliban yang sempat terpecah berkeping-keping karena ledakan efek peristiwa 9/11 yang ditudingkan kepada Afghanistan. Ia melindungi Mullah Omar seperti ia melindungi dirinya sendiri. Ketika para jurnalis investigasi bertahun-tahun mencari kebenaran hidup atau matinya Mullah Omar, ia dengan santai dan sabar mengatakan, “Ia sehat wal afiat.”
Pada zaman penjajahan Soviet dulu, mereka saling bahu berjuang. Omar yang kehilangan salah satu matanya dalam sebuah pertempuran dengan Soviet sangat terkenal karena keberaniannya. Sebaliknya Baradar menjadi tangan kanannya. Zaif, seorang pejuang Taliban yang sering bersama mereka berdua mengatakan, “Persahabatan mereka melebihi ikatan sebuah keluarga.” BERSAMBUNG
(eramuslim)

LIPI: Jakarta Tidak Ada Potensi Epicentrum Gempa

Berita Dunia,Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan Kota Jakarta tidak mempunyai potensi pusat (epicentrum) gempa.

"Jakarta dalam sejarah kegempaan Jawa, tidak mempunyai epicentrum gempa. Tetapi Jakarta terpengaruh oleh gempa yang terjadi di Jawa, seperti gempa Pengandaran," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Dr Ir Hery Harjono dalam jumpa pers di Kantor LIPI, Jakarta, Selasa.

Hery mengatakan Jakarta tidak mempunyai potensi pusat gempa karena posisi kota Jakarta tidak berada pada suatu patahan lempeng bumi.

Meski tidak berpotensi pada pusat gempa, Jakarta akan terpengaruh oleh gempa di Jawa, sehingga konstruksi infrastruktur dan bangunan juga harus mengikuti aturan tahan gempa.

"Tetapi karena Jakarta banyak terdapat gedung-gedung tinggi, harus dipersiapkan kesiapsiagaan dan antisipasi bencana gempa," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hery menjelaskan memprediksikan kemungkinan gempa yang bakal terjadi di daerah Lampung, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Tiga daerah tersebut kata Hery mempunyai potensi potensi tenaga dari pergeseran lempeng bumi belum terkurangi oleh gempa-gempa sebelumnya seperti gempa Sumatera Barat dan gempa di sungaipenuh Jambi kemarin.

"Kita bukan menakut-nakuti masyarakat. Kita mengemukakan ini agar masyarakat sadar dan bersiap untuk menghadapi gempa," katanya.

Sedangkan Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan mengatakan kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana seperti gempa perlu terus ditingkatkan karena potensi gempa tetap akan ada.

"Kita harus terus mengupayakan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa karena potensi bencana akan terus terjadi," katanya.(Antara)

Turki Perpanjang Mandat Untuk Perangi Pemberontak di Irak

Berita Dunia,Ankara - Parlemen Turki Selasa memperpanjang selama satu tahun mandat yang membolehkan militernya untuk menyerang pemberontak separatis Kurdi yang bermarkas di Irak utara.

Langkah antisipasi secara luas itu bertepatan dengan upaya pemerintah Turki untuk mendorong hak-hak minoritas Kurdi Turki guna membantu mengakhiri konflik bersenjata yang sudah berlangsung 25 tahun itu.

Jer-jet tempur Turki telah melakukan serangkaian serangan terhadap sasaran-sasaran Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara yang berdekatan sejak Oktober 2007, dan pada Februari 2008 militer mengirim pasukan darat di perbatasan untuk memerangi kelompok yang dinyatakan tidak sah itu.

Operasi itu, didukung oleh intelijen AS, telah dipuji karena memperlemah PKK, yang menggunakan markasnya di Irak utara untuk melancarkan serangan di Turki, sebagai bagian dari kampanye untuk mendapatkan wilayah otonomi Kurdi di Turki tenggara.

Perdana Menteri Tayyip Erdogan mengatakan, ia ingin membicarakan keluhan Kurdi yang telah berusia satu dasawarsa itu dengan mendorong hak-hak Kurdi dan mengakhiri konflik itu dengan PKK yang telah menewaskan sekitar 40.000 orang sejak 1984 dan membebani biaya pada negara miliaran dolar.

Ada beberapa kekhawatiran bahwa perpanjanagn mandat itu akan mengganggu proses tersebut, tapi Menlu Ahmed Davutoqin menyatakan pada parlemen sebelum perstujuan itu, pemerintah telah memutuskan untuk mendesak maju prosen pembaruan tersebut.(Antara)

Obama Tak Bersedia Temui Dalai Lama

Obama Tak Bersedia Temui Dalai Lama

Berita Dunia,Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama tidak akan menemui Dalai Lama dalam lawatan lima harinya ke ibukota AS mulai Senin, untuk pertama kalinya dalam 18 tahun pemimpin Tibet di pengasingan itu berkunjung ke Washington tanpa menemui presiden.

Obama bermaksud menunggu sampai setelah dia melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin China Hu Jintao November, sebelum bertemu dengan Dalai Lama, kemungkinan sekitar Desember, kata para pejabat.

Keputusan yang memecahkan kebiasaan dan menunda pertemuan itu diajukan Dalai Lama bulan lalu, ketika penasihat senior Obama, Valerie Jarrett dan Wakil Menteri Luar Negeri Maria Otero berkunjung ke Dharamsala, India, untuk menjelaskan pendekatan pemerintahannya kepada Tibet.

"Pemerintah, saya pikir, menyadari bahwa hal itu melanggar kebiasaan ... tetapi jelas mereka sudah tahu alasannya, dan dia (Dalai Lama) setuju dengan keputusan yang sudah dibuat," kata Kate Saunders, seorang wanita juru bicara pemimpin Budha Tibet.

Saunders mengatakan bahwa Dalai Lama dan pemerintah Obama sepakat untuk mengadakan pertemuan setelah KTT AS-China.

Pertemuan itu diduga akan dilakukan sebelum akhir tahun ini, mungkin sekitar Desember, katanya.

Para pejabat AS hanya mengatakan bahwa pertemuan itu akan segera digelar setelah KTT AS-China berlangsung.

China telah mengirim tentaranya ke Tibet pada 1950, dan Dalai Lama melarikan diri ke India beberapa tahun setelah membentuk negara di pengasingan.

Perundingan-perundingan antara China dan utusan Dalai Lama ditangguhkan tahun lalu, yang memicu kekerasan di Tibet.

Surat kabar The Washington Post Senin melaporkan, bahwa pemerintah Obama, dalam upayanya untuk meraih simpati China, mendesak perwakilan Tibet untuk mengundurkan pertemuan antara Obama dan Dalai Lama sampai setelah KTT AS-China berlangsung.

Saunders mengatakan, Dalai Lama sejatinya setuju dengan keputusan pemerintah Obama dan percaya bahwa penting bagi AS dan China untuk mengembangkan hubungan baik.

Sementara itu seorang pejabat Gedung Putih, yang berbicara tanpa bersedia disebut namanya mengatakan, "Kami telah menjelaskan kepada mereka bahwa presiden sangat ingin bertemu dengan Dalai Lama."(antara_

Amerika Bantu Korban Gempa Sumbar 10 Juta Dolar

Amerika Bantu Korban Gempa Sumbar 10 Juta Dolar
Sejumlah pasukan Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) memasukkan logistik ke dalam pesawat Hercules MC 130 di Lanud Husein Sastranegara, Bandung,Jawa Barat, Senin

Berita Dunia,padang-"Dalam waktu segera kita akan menyalurkan sebesar 300 ribu dolar AS melalui LSM. Kemudian, akan dialokasikan sebesar 3 juta dolar AS lagi melalui sejumlah LSM, dan bantuan melalui Departemen Pertahanan AS sebesar 7 juta dolar AS," kata Pejabat Sementara (de charge) Duta Besar AS, Ted Osius, di Padang, Selasa.

Dia mengatakan, bantuan tersebut sebagian akan didistribusikan langsung melalui LSM, dan sebagai melalui jalur pemerintah.

Ted Osius datang ke Padang bersama pejabat tinggi militer AS, Rear Admiral Richard Landolt, untuk meninjau kesiapan pembangunan rumah sakit darurat yang dibangun pemerintah AS di belakang RS M Djamil Padang.

Dia mengatakan, pemberian bantuan bagi korban gempa Sumbar atas instruksi langsung Presiden Barack H Obama.

Menurut dia, untuk membantu koban gempa Sumbar, pemerintah AS akan mengerahkan dua kapal ke Padang.

"Dua kapal lagi akan menyusul untuk memberikan suplai bantuan. Selain itu, kita juga menyiapkan helikopter untuk membantu warga Padang," kata dia.

Sementara itu Kepala dokter RS darurat, Olson, mengatakan, RS tersebut akan dilengkapi dua pintu masuk, yang di dalamnya terdapat ruang perawatan, tempat mengambil resep, dan apotek.

"Juga ada ruangan perawatan patah tulang, dan korban luka-luka dan ruangan dokter. Di samping itu, RS ini dilengkapi dengan ruang perawatan bagi korban yang sakit parah, operasi, dan pembiusan," ujar dia.

Presiden Obama dalam pidatonya secara langsung menyampaikan akan memberikan bantuan kepada korban gempa Sumatra Barat.

Gempa yang terjadi Rabu (30/9) telah menyebabkan ratusan warga Sumbar tewas.

Daerah yang terparah ditimpa gempa yaitu Padang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan.(Antara)