Kamis, Oktober 01, 2009

Ribuan Warga Padang Diduga Masih Terjebak Reruntuhan

Berita Dunia,Jakarta - Diperkirakan ribuan warga Kota Padang masih terjebak di antara reruntuhan gedung, rumah, hingga pertokoan yang rubuh akibat gempa berkekuatan 7,6 skala di barat daya Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu sore (30/9).

Hingga Kamis dinihari, sekira pukul 03.30 WIB, masih ada 200 tamu Hotel Ambacang yang diduga tertimbun reruntuhan dan belum terevakuasi.

Delapan dari 19 siswa bimbingan belajar Gama belum dapat ditemukan dan dievakuasi dari reruntuhan tempat mereka belajar. Sedangkan tujuh anak yang dievakuasi mengalami luka berat, empat lainya meninggal dunia.

Berdasarkan laporan wartawan ANTARA di Kota Padang, jumlah gedung, rumah, ruko, hingga pertokoan yang runtuh akibat gempa mencapai ratusan. Beberapa gedung pemerintahan seperti Bapeda Provinsi Sumbar, Kantor Dinas Sosial Provinsi Tingkat I, Gedung Balai Kota, Bank BNI, mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa.

Berbagai perguruan tinggi di kota tersebut juga mengalami rusak berat. Beberapa bagian dari perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Putra Indonesia, Universitas Andalas, dan Universitas Negeri Padang bahkan runtuh.

Sesaat setelah gempa yang kekuatan 7,6 skala richter yang disusul gempa berikutnya berkekuatan 6,2 skala richter, kebakaran mulai terjadi di Kota Padang. Sekitar 40 bangunan terbakar setelah gempa terjadi.

Akses jalan menuju Kota Padang baik dari Bengkulu, Pekanbaru, maupun Medan terputus. Gempa membuat banyak ruas jalan di Silaing Bawah yang menghubungkan Padang Pariaman dengan Padang Panjang tertutup longsor.

Berdasarkan keterangan seorang warga Kota Padang, Oyon Sudisman (43), rumah warga di wilayah Si Guntur, Kecamatan Tarusan, Pesisir Selatan Padang banyak yang runtuh.

Ia mengatakan di titik longsor terlihat tumpukan material batu-batu besar dan kayu sehingga truk tidak dapat melintas. Hanya kendaraan roda dua yang dapat melewati daerah tersebut.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Andi, warga Padang dari Kecamatan Kuraji, ia terpaksa melalui jalur Solok selama empat jam untuk dapat tiba di Padang.

Kondisi mengenaskan juga terjadi di Kabupaten Padang Pariaman di Sungai Giringging, tempat terdapat puluhan rumah warga yang roboh. Namun demikian belum dapat diketahui jumlah korban jiwa di Padang Pariaman dan Pesisir Selatan Kota Padang.

Sebanyak 200 warga mendatangi Radio Republik Indonesi (RRI) Padang untuk mencari tahu keberadaan sanak saudara mereka yang belum diketahui keberadaannya.

Walikota Padang, Fauzi Bahar telah menetapkan RRI Padang sebagai posko informasi bagi warga yang hilang.

Fauzi Bahar juga memerintahkan jajarannya untuk segera menggunakan seluruh alat berat yang ada untuk mempemudah proses evakuasi. Namun demikian 80 unit alat berat yang ada di daerah tersebut masih dirasakan kurang, mengingat jumlah gedung yang runtuh mencapai ratusan.

Untuk itu, Walikota Padang meminta bantuan tambahan alat berat dari daerah lain untuk mempercepat proses evakuasi warga yang masih terjebak reruntuhan.

Padamnya aliran listrik ditambah hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak sore hingga malam hari semakin mempersulit proses evakuasi yang dilakukan gabungan Tim SAR, TNI, Polri, Satpol PP, dan masyarakat.

Tiga rumah sakit di Kota Padang, yakni Rumah Sakit M Jamil, Rumah Sakit Tentara Ganting, dan Rumah Sakit Yos Sudarso yang juga rusak akibat gempa tetap menerima korban gempa yang berhasil dievakuasi.

Hingga pukul 03.30 WIB tercatat 24 korban meninggal di Rumah Sakit M Jamil, 23 korban meninggal di Rumah Sakit Tentara Ganting, dan 22 korban meninggal di Rumah Sakit Yos Sudarso.

Operasional rumah sakit sendiri dapat terus berlangsung dengan menggunakan genset. Namun demikian Kepala Rumah Sakit M Jamil, Zukyat Iskandar mengatakan rumah sakitnya masih membutuhkan genset dan solar untuk dapat terus beroperasi, mengingat aliran listrik masih padam.

Selain genset dan solar, ia juga menegaskan bahwa rumah sakitnya membutuhkan banyak stok darah, carian infus, kain pembalut patah tulang, perbang, dan obat-obatan lainnya. Rumah sakit juga memerlukan tambahan tenda serta tempat tidur untuk pasien.

Dari Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar Rapat Terbatas Bidang Kesra untuk membahas penanganan tanggap darurat menyusul terjadinya gempa yang meluluhkan sebagian Sumatera Barat.

Pemerintah Pusat menetapkan Tanggap Darurat Sumbar selama dua bulan, dan mengeluarkan dana tanggap darurat sebesar Rp100 miliar.

Meko Kesra mengatakan, dampak gempa di Sumbar diperkirakan sama dengan gempa Yogyakarta yang menewaskan ribuan jiwa.(antara)

Yakin Sering Disodomi Mun'im: Noordin Tak Sembunyikan Bahan Peledak di Anus

Berita Dunia,Jakarta - Ahli forensik Dr Mun'im Idris tetap yakin kalau gembong teroris yang telah tewas Noordin M Top sering disodomi. Noordin tidak menyembunyikan bahan peledak di anusnya seperti yang dilakukan teroris di Arab Saudi.

Kepastian Noordin disodomi tampak dari pemeriksaan otot lingkar anus gembong teroris asal Malaysia itu yang sudah rusak.

"Ilmu forensik itu ilmu pasti. Kita mencari kepastian hukum dan itu nggak pakai kata mungkin. Ada terminologi khususnya. Itu sudah dilihat dari otot lingkar duburnya yang sudah rusak," kata dr Mun'im Idris kepada detikcom, Kamis (2/9/2009).

Menurut Mun'im, bentuk corong yang ada di anus Noordin menunjukkan pria itu memang sudah lama dan sering disodomi. "Kalau dilakukan hanya beberapa kali, nggak mungkin bentuknya seperti itu. Itu sudah lama dan sering," tegasnya.

Menyembunyikan bahan peledak pernah dilakukan seorang teroris yang akan membunuh Keluarga Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohamed Bin Nafey. Dilansir Newsweek akhir September 2009 lalu, menyembunyikan bahan peledak di anus merupakan modus baru teroris dengan tujuan agar tidak terdeteksi detektor metal.(detik)

Mun'im Idris: Noordin Biasa Disodomi

Berita Dunia,Jakarta - Tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kelainan di jasad gembong teroris Noordin M Top. Kelainan itu adalah bentuk corong di dubur pria yang mempunyai sejumlah istri itu.

"Ada berbentuk corong di duburnya. Biasa disodomi, sudah sering melakukan itu," kata ahli forensik RSCM dr Mun'im Idris kepada detikcom, Rabu (30/9/2009).

Menurut Mun'im, bentuk corong itu merupakan tanda-tanda Noordin sering disodomi. "Ya itu kita periksa. Agak sensitif memang," ujar pria yang selalu bertopi ini.

Namun, apakah benar jasad tersebut adalah jenazah Noordin? Hingga kini, sejumlah kalangan meragukan jenazah pria berewokan yang membujur kaku di RS Polri adalah Noordin. Menurut mereka yang skeptis, ciri-ciri jasad itu tidak seperti yang melekat pada Noordin.

Sementara itu Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak saat dikonfirmasi soal temuan Mun'im mengaku belum mengetahui informasi tersebut. "Saya belum terima informasi itu. Kita tunggu saja," katanya. (Detik.com)

Ada Bekas Sodomi Mardigu: Noordin Psikopat

Berita Dunia,Jakarta - Bentuk corong terdapat di dubur jenazah Noordin M Top, diduga kuat pertanda Noordin biasa disodomi. Bukti itu menunjukkan gembong teroris asal Malaysia itu psikopat.

"Kalau dia benar disodomi, berarti dia sah jadi psikopat. Saya sudah berpikir dulu seperti itu. Masak habis bunuh orang terus kawini orang, bukannya malah takut. Noordin bisa dibilang kategori psikopat," kata pengamat teroris Mardigu WP kepada detikcom, Rabu (30/9/2009).

Mardigu mengatakan, selama menginterogasi sejumlah teroris yang pernah bertemu dengan Noordin, dia tidak pernah menemukan kecurigaan Noordin sering disodomi.

"Nggak pernah dengar itu. Karena yang saya tahu dia maskulin. Kalau disodomi kan sebagai perempuannya ya. Saya tidak melihat ada kelembutan," ujarnya.

Namun, ahli hipnosis ini membenarkan di komunitas teroris kerap terjadi ketegangan yang tinggi. Ketegangan itu harus dilampiaskan.

"Ya itu tadi Noordin di bawah tekanan tertentu terus kawini orang. Dia melampiaskannya," jelasnya.(detik.com)

Anus Noordin Rusak Bukan Akibat Kecelakaan atau Penyakit Bawaan

Berita Dunia,Jakarta - Ada berbagai spekulasi mengenai penyebab kerusakan yang ditemukan di bagian anus jasad Noordin M Top. Namun apa pun penyebabnya, yang pasti bukan akibat kecelakaan apalagi penyakit bawaan.

Demikian jawab Adrianus Meliala ditanya tentang kelainan pada dubur Noordin M Top. Bersama ahli forensik dr Mun'im Idris, kriminolog UI ini sempat melakukan pemeriksaan terhadap jasad gembong teroris itu.

"Penyebabnya mulai dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal. Kalau dibilang penyakit bawaan atau kecelakaan, tidak mungkin. Dugaan sementara ada unsur kesengajaan," ujar guru besar ini, Rabu (30/9/2009).

Kepada wartawan yang menghubunginya melalui telepon, Adrianus memaparkan ikut terlibatnya Tim UI berawal dari pertemuan dengan Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanegara. Menurutnya saat menyinggung kasus Noordin M Top, pihaknya ditawari melihat langsung jasad yang di RS Polri dr Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Ya sudah, mengapa tidak. Maka kita ke RS, di situ kita dapatkan kerusakan di bagian anus," paparnya dan tetap tidak bersedia mengkonfirmasikan bahwa kerusakan adalah akibat tindak sodomi.(detik.com)