Selasa, September 29, 2009
Tim Lima Terus Matangkan Plt Pimpinan KPK
Berita Dunia,Jakarta,- Tim Lima yang dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus menggodok nama-nama calon untuk menghasilkan tiga nama guna mengisi jabatan pelaksana tugas (plt) sementara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Salah satu anggota Tim Lima, Todung Mulya Lubis, ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan pada Selasa malam, tim akan menggelar rapat untuk mematangkan tiga nama calon dari sekitar 10 nama yang telah dihubungi.
Namun, Todung tidak menyebutkan lokasi rapat dengan alasan belum ditentukan. "Tempatnya belum ditentukan," ujarnya singkat.
Dari sekitar 10 nama calon plt sementara pimpinan KPK, Tim Lima masih harus melakukan seleksi, karena ada beberapa orang yang menolak untuk mengisi jabatan tersebut.
Tim Lima telah meminta masukan dari berbagai kalangan seperti kepolisian, kejaksaan, advokat, lembaga swadaya masyarakat, termasuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memilih tiga calon plt pimpinan sementara KPK.
Menurut rencana, Tim Lima akan menyerahkan langsung tiga nama plt pimpinan sementara pimpinan KPK yang mereka pilih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setibanya dari kunjungan kerja ke Amerika Serikat.
Presiden Yudhoyono beserta rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu 30 September 2009.(antara)
Salah satu anggota Tim Lima, Todung Mulya Lubis, ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan pada Selasa malam, tim akan menggelar rapat untuk mematangkan tiga nama calon dari sekitar 10 nama yang telah dihubungi.
Namun, Todung tidak menyebutkan lokasi rapat dengan alasan belum ditentukan. "Tempatnya belum ditentukan," ujarnya singkat.
Dari sekitar 10 nama calon plt sementara pimpinan KPK, Tim Lima masih harus melakukan seleksi, karena ada beberapa orang yang menolak untuk mengisi jabatan tersebut.
Tim Lima telah meminta masukan dari berbagai kalangan seperti kepolisian, kejaksaan, advokat, lembaga swadaya masyarakat, termasuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memilih tiga calon plt pimpinan sementara KPK.
Menurut rencana, Tim Lima akan menyerahkan langsung tiga nama plt pimpinan sementara pimpinan KPK yang mereka pilih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setibanya dari kunjungan kerja ke Amerika Serikat.
Presiden Yudhoyono beserta rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu 30 September 2009.(antara)
Mabes Polri Akan Didatangi Forum Mahasiswa Jakarta
Berita Dunia,Jakarta - Mabes Polri yang terletak di Jalan Trunojoyo di Jakarta Selatan, Selasa, akan didatangi oleh kelompok mahasiswa yang akan berorasi dan menyampaikan aspirasi mereka.
Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Selasa pagi, kelompok yang akan berdemonstrasi tersebut adalah Forum Komunikasi Mahasiswa Jakarta.
Para pendemo tersebut dijadwalkan akan mulai berunjuk rasa di depan Mabes Polri pada sekitar pukul 13:00 WIB.
Namun, TMC tidak menyebutkan tentang tuntutan atau jumlah orang yang akan melangsungkan aksi demonstrasi tersebut.
Selain unjuk rasa depan Mabes Polri, terdapat pula dua aksi demonstrasi lainnya yang masing-masing akan berlangsung di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Aksi di Jakarta Selatan itu tepatnya di depan Kantor BP Migas di Gedung Patra, Jalan Gatot Subroto, Jaksel.
Aksi yang dimulai pada sekitar pukul 14:00 WIB itu akan dilakukan oleh kelompok Sinergi Mahasiswa Peduli Migas Nasional.
Pada jam yang sama, unjuk rasa juga diagendakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, oleh massa yang menamakan dirinya sebagai Rakyat Bergerak.
Warga pengguna jalan diimbau untuk menghindari lokasi aksi demonstrasi dan mengambil jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.(antara)
Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Selasa pagi, kelompok yang akan berdemonstrasi tersebut adalah Forum Komunikasi Mahasiswa Jakarta.
Para pendemo tersebut dijadwalkan akan mulai berunjuk rasa di depan Mabes Polri pada sekitar pukul 13:00 WIB.
Namun, TMC tidak menyebutkan tentang tuntutan atau jumlah orang yang akan melangsungkan aksi demonstrasi tersebut.
Selain unjuk rasa depan Mabes Polri, terdapat pula dua aksi demonstrasi lainnya yang masing-masing akan berlangsung di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Aksi di Jakarta Selatan itu tepatnya di depan Kantor BP Migas di Gedung Patra, Jalan Gatot Subroto, Jaksel.
Aksi yang dimulai pada sekitar pukul 14:00 WIB itu akan dilakukan oleh kelompok Sinergi Mahasiswa Peduli Migas Nasional.
Pada jam yang sama, unjuk rasa juga diagendakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, oleh massa yang menamakan dirinya sebagai Rakyat Bergerak.
Warga pengguna jalan diimbau untuk menghindari lokasi aksi demonstrasi dan mengambil jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.(antara)
SBY Bertukar Pikiran Dengan Akademisi Harvard
Berita Dunia,Boston, Massachusetts- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari ketiga kunjungannya di Boston, Amerika Serikat, Selasa, menghadiri forum tukar pikiran dengan para pakar dari Universitas Harvard, Boston mengenai upaya meningkatkan kualitas bangsa.
Pada acara yang berlangsung di Hotel Four Seasons, Boston, didampingi antara lain oleh Menteri Perdagangan Marie Pangestu, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Dubes RI untuk AS Sudjadnan Parnohadiningrat, Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, Ketua Umum Kadin Indonesia Mohamad S. Hidayat, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi, serta Komisaris PT Pertamina Gita Wirjawan.
Pakar dari Universitas Harvard yang hadir adalah Dekan John F. Kennedy School of Government Prof. David Ellwood dan akademisi lainnya yaitu Prof. Joseph Nye, Prof. Graham Wilson, Prof. John Thomas dan Prof. Dani Rodrik.
Sebelum memulai diskusi yang berlangsung dalam acara santap siang terbatas itu, Dekan JFK School of Government Prof. David Ellwood menyampaikan kekaguman atas keberhasilan Indonesia melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, baik dalam kebijakan ekonomi maupun aspek-aspek lainnya.
Ia juga membahas rencana kuliah umum yang akan diberikan Presiden Yudhoyono pada Rabu (29/9) di gedung kampus Universitas Harvard.
"Kami sangat berharap dapat belajar dari keberhasilan luar biasa yang dicapai Indonesia dalam berbagai aspek... Bagaimana Anda (SBY, red) mencapai semua itu," kata Ellwood.
Secara merendah, Presiden Yudhoyono menanggapi pujian itu dengan mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia saat ini masih menjalani proses perubahan dan reformasi di berbagai bidang setelah mengalami keterpurukan di bidang ekonomi, politik dan lainnya pada tahun 1998.
"Kami telah mencapai banyak kemajuan, tapi masih banyak juga tantangan yang kami hadapi, antara lain bagaimana menangani masalah kemiskinan, pengangguran, serta bagaimana menjaga dan memperkuat demokrasi," kata Yudhoyono.(antara)
Pada acara yang berlangsung di Hotel Four Seasons, Boston, didampingi antara lain oleh Menteri Perdagangan Marie Pangestu, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Dubes RI untuk AS Sudjadnan Parnohadiningrat, Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, Ketua Umum Kadin Indonesia Mohamad S. Hidayat, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi, serta Komisaris PT Pertamina Gita Wirjawan.
Pakar dari Universitas Harvard yang hadir adalah Dekan John F. Kennedy School of Government Prof. David Ellwood dan akademisi lainnya yaitu Prof. Joseph Nye, Prof. Graham Wilson, Prof. John Thomas dan Prof. Dani Rodrik.
Sebelum memulai diskusi yang berlangsung dalam acara santap siang terbatas itu, Dekan JFK School of Government Prof. David Ellwood menyampaikan kekaguman atas keberhasilan Indonesia melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, baik dalam kebijakan ekonomi maupun aspek-aspek lainnya.
Ia juga membahas rencana kuliah umum yang akan diberikan Presiden Yudhoyono pada Rabu (29/9) di gedung kampus Universitas Harvard.
"Kami sangat berharap dapat belajar dari keberhasilan luar biasa yang dicapai Indonesia dalam berbagai aspek... Bagaimana Anda (SBY, red) mencapai semua itu," kata Ellwood.
Secara merendah, Presiden Yudhoyono menanggapi pujian itu dengan mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia saat ini masih menjalani proses perubahan dan reformasi di berbagai bidang setelah mengalami keterpurukan di bidang ekonomi, politik dan lainnya pada tahun 1998.
"Kami telah mencapai banyak kemajuan, tapi masih banyak juga tantangan yang kami hadapi, antara lain bagaimana menangani masalah kemiskinan, pengangguran, serta bagaimana menjaga dan memperkuat demokrasi," kata Yudhoyono.(antara)
Senin, September 28, 2009
Jadwal Pertandingan Liga Champions
Berita Dunia,London- Berikut ini jadwal pertandingan kompetisi Liga Champions minggu ini, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Semua waktu dalam 18.45GMT.
Pertandingan Selasa
Grup E
Fiorentina v Liverpool
Debrecen v Olympique Lyon
Grup F
Rubin Kazan v Inter Milan (1630)
Barcelona v Dynamo Kiev
Grup G
Unirea Urziceni v VfB Stuttgart
Rangers v Sevilla
Grup H
Arsenal v Olympiakos Piraeus
AZ Alkmaar v Standard Liege
Pertandingan Rabu
Grup A
Bayern Munich v Juventus
Girondins Bordeaux v Maccabi Haifa
Grup B
Manchester United v VfL Wolfsburg
CSKA Moscow v Besiktas (1630)
Grup C
AC Milan v FC Zurich
Real Madrid v Olympique Marseille
Grup D
APOEL Nicosia v Chelsea
Porto v Atletico Madrid.(antara)9999
Semua waktu dalam 18.45GMT.
Pertandingan Selasa
Grup E
Fiorentina v Liverpool
Debrecen v Olympique Lyon
Grup F
Rubin Kazan v Inter Milan (1630)
Barcelona v Dynamo Kiev
Grup G
Unirea Urziceni v VfB Stuttgart
Rangers v Sevilla
Grup H
Arsenal v Olympiakos Piraeus
AZ Alkmaar v Standard Liege
Pertandingan Rabu
Grup A
Bayern Munich v Juventus
Girondins Bordeaux v Maccabi Haifa
Grup B
Manchester United v VfL Wolfsburg
CSKA Moscow v Besiktas (1630)
Grup C
AC Milan v FC Zurich
Real Madrid v Olympique Marseille
Grup D
APOEL Nicosia v Chelsea
Porto v Atletico Madrid.(antara)9999
Gempa 5,5 SR Guncang Sukabumi
Berita Dunia,Sukabumi- Gempa berkekuatan 5,5 skala richter (SR), Senin pagi, mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan sebagian warga Kota dan Kabupaten Sukabumi berhamburan keluar rumah.
Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan, gempa yang cukup besar itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.26 WIB di lokasi 8.17 LS-107.23 BT (143 km Tenggara Sukabumi-Jabar) dengan kedalaman 10 Kilometer.
Salah seorang warga Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Hesti (26), mengaku dirinya langsung lari keluar rumah setelah gempa mengguncang Sukabumi.
"Saat itu saya sedang memasak dan ketika gempa terjadi saya langsung keluar rumah. Saya khawatir gempa tersebut dapat merubuhkan rumah saya," katanya.
Hesti menambahkan, tidak hanya dirinya yang keluar rumah tetapi saudaranya dan para tetangganya juga berhamburan keluar rumah.
"Saya dan suami saya baru masuk ke rumah setelah gempa tidak terasa lagi," katanya seraya mengatakan gempa hanya terasa beberapa detik saja.
Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, M Akasah, bahwa dirinya sangat merasakan gempa yang terjadi sebanyak dua kali itu.
"Getarannya cukup terasa, tapi tidak separah gempa yang terjadi pada Rabu (2/9) lalu," katanya.
Ia mengaku, gempa yang terjadi sebanyak dua kali dengan waktu 10 hingga 15 detik itu membuat dirinya dan keluarganya yang lain berhamburan keluar rumah.
"Meski guncangannya tidak sebesar gampa yang lalu, namun saya tetap khawatir guncangan gempa dapat merusak rumah," ucapnya.
Sementara itu, Camat Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Yana Mulyana, mengaku getaran gempa cukup terasa, tetapi tidak ada kerusakan rumah.
"Getaran gempa memang terasa tapi tidak terjadi kerusakan rumah seperti gempa yang terjadi pada awal September 2009," katanya seraya menambahkan pada gempa yang lalu sedikitnya 500 rumah warga rusak berat dan ringan.(antara)
Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan, gempa yang cukup besar itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.26 WIB di lokasi 8.17 LS-107.23 BT (143 km Tenggara Sukabumi-Jabar) dengan kedalaman 10 Kilometer.
Salah seorang warga Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Hesti (26), mengaku dirinya langsung lari keluar rumah setelah gempa mengguncang Sukabumi.
"Saat itu saya sedang memasak dan ketika gempa terjadi saya langsung keluar rumah. Saya khawatir gempa tersebut dapat merubuhkan rumah saya," katanya.
Hesti menambahkan, tidak hanya dirinya yang keluar rumah tetapi saudaranya dan para tetangganya juga berhamburan keluar rumah.
"Saya dan suami saya baru masuk ke rumah setelah gempa tidak terasa lagi," katanya seraya mengatakan gempa hanya terasa beberapa detik saja.
Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, M Akasah, bahwa dirinya sangat merasakan gempa yang terjadi sebanyak dua kali itu.
"Getarannya cukup terasa, tapi tidak separah gempa yang terjadi pada Rabu (2/9) lalu," katanya.
Ia mengaku, gempa yang terjadi sebanyak dua kali dengan waktu 10 hingga 15 detik itu membuat dirinya dan keluarganya yang lain berhamburan keluar rumah.
"Meski guncangannya tidak sebesar gampa yang lalu, namun saya tetap khawatir guncangan gempa dapat merusak rumah," ucapnya.
Sementara itu, Camat Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Yana Mulyana, mengaku getaran gempa cukup terasa, tetapi tidak ada kerusakan rumah.
"Getaran gempa memang terasa tapi tidak terjadi kerusakan rumah seperti gempa yang terjadi pada awal September 2009," katanya seraya menambahkan pada gempa yang lalu sedikitnya 500 rumah warga rusak berat dan ringan.(antara)
Langganan:
Postingan (Atom)